Menurutnya, skema pengalihan tersebut baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan pelanggan di wilayah terdampak yang mencapai sekitar 40 ribu sambungan rumah.
Sebagai langkah darurat, PDAM juga mengoperasikan enam mobil tangki air bersih yang dikerahkan secara bergiliran ke sejumlah titik terdampak sejak Sabtu sore.
“Armada tangki terus beroperasi tanpa henti untuk membantu kebutuhan air bersih masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, PDAM berencana melibatkan tenaga ahli dari Jakarta untuk memberikan kajian teknis terkait penanganan jangka panjang di lokasi yang memiliki panjang jalur pipa sekitar 120 meter tersebut.
Di sisi lain, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayang Sari, memastikan bahwa distribusi air melalui mobil tangki diberikan secara gratis khusus bagi pelanggan terdampak.
“Pengiriman dilakukan secara bertahap sesuai prioritas karena jumlah pelanggan cukup besar,” jelasnya.












