Dalam pelaksanaannya, tim PkM USM berkolaborasi dengan Kantor Kelurahan Brumbungan untuk memberikan pemahaman praktis kepada para pelaku UKM mengenai pengelolaan pinjaman modal secara lebih terencana.
Ketua Tim PkM, Guruh Mulia Widayat, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan literasi keuangan sekaligus membekali pelaku UKM dengan keterampilan dalam menghitung dan mempertimbangkan skema kredit usaha.
Melalui penggunaan Microsoft Excel dengan metode anuitas, peserta diperkenalkan pada cara menghitung besaran angsuran secara sistematis serta mengukur kemampuan membayar kewajiban pinjaman atau repayment capacity.
“Langkah praktis ini sangat krusial untuk mencegah risiko gagal bayar serta menjaga stabilitas arus kas usaha di masa mendatang,” jelasnya.
Menurut Guruh, pemanfaatan teknologi kalkulasi digital diharapkan mampu mengubah pola pengelolaan keuangan UKM yang selama ini masih dilakukan secara konvensional menjadi lebih akuntabel, terukur, dan terencana.












