Dengan kemampuan tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih siap menghadapi dinamika layanan perbankan maupun perkembangan pasar modern, khususnya ketika mempertimbangkan pengajuan pinjaman untuk pengembangan usaha.
“Melalui pelatihan simulasi anuitas berbasis Excel dan pendampingan ini, kami berharap para pelaku UKM di Kelurahan Brumbungan memiliki tolok ukur yang rasional dalam mengambil keputusan pinjaman modal, sehingga kesehatan finansial dan keberlangsungan bisnis dapat terjaga secara mandiri,” ungkap Guruh.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pelaku UKM aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait cara menghitung angsuran, menentukan suku bunga, hingga melakukan simulasi beban cicilan berdasarkan kondisi pinjaman yang sebenarnya.
Interaksi tersebut menunjukkan tingginya ketertarikan peserta terhadap materi yang disampaikan. Mereka menilai keterampilan menghitung kemampuan bayar pinjaman sangat bermanfaat sebagai bekal sebelum mengambil keputusan pembiayaan usaha.












