Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai pesan yang disampaikan dalam khotbah Idul Adha sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Tadi momentum yang disampaikan oleh Pak Kyai sangat tepat. Bagaimana kemudian semangat pengorbanan Nabi Ibrahim ini dapat kita implementasikan di dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai warga Kota Semarang, sebagai anak bangsa,” tuturnya.
Iswar berharap semangat pengorbanan dan keikhlasan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Semarang yang lebih baik.
Menurutnya, kontribusi untuk daerah tidak selalu dalam bentuk materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui doa, pemikiran, tenaga, dan sikap saling membantu antarwarga.












