Salah satu inovasi utama dalam aplikasi tersebut adalah penggunaan identitas digital berbasis blockchain melalui fitur SDGs ID.
Dengan sistem ini, masyarakat cukup memiliki satu identitas digital untuk berbagai kebutuhan layanan, seperti kartu Puskesmas, kartu siswa, hingga akses transportasi publik.
“Dengan satu identitas digital, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan. Ini bagian dari upaya kita membangun sistem yang lebih modern dan terintegrasi,” ujar Agustina.
Selain itu, aplikasi ini juga menghadirkan fitur “Semarang Virtual Tour” yang memungkinkan masyarakat menjelajahi berbagai sudut Kota Semarang secara digital.
Agustina menegaskan, peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kota Semarang yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus menghadirkan layanan publik yang lebih efisien dan terhubung dalam satu genggaman.












