Menurutnya, mereka memiliki peran penting dalam melindungi warga, menjaga kebersihan lingkungan, serta memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Dari pekerjaan yang sering luput dari perhatian kita belajar bahwa keselamatan, kebersihan, dan kenyamanan sebuah kota tumbuh dari banyak tangan yang bekerja dengan sungguh-sungguh,” kata Agustina.
Ia menegaskan, pengabdian tidak selalu harus dilakukan di hadapan banyak orang.
Dedikasi para petugas lapangan yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, Agustina berharap semangat perjuangan para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam membangun Kota Semarang.
Rangkaian peringatan ke-81 Pertempuran Lima Hari di Semarang diawali dengan upacara bendera, pembacaan cukilan sejarah oleh Drs. Stephanus Sukirno, M.S., serta pertunjukan drama kolosal teatrikal sejarah yang melibatkan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) dan Teater Pitoelas.












