“Sekarang semakin banyak kader PKK yang berkembang menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur. Ini yang harus kita dorong,” katanya.
Menurut Agustina, usaha berbasis rumah tangga membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan agar mampu naik kelas menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, pemberdayaan keluarga perlu terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas, mulai dari pendampingan, promosi, digitalisasi hingga akses terhadap pasar.
Potensi tersebut sejalan dengan besarnya jumlah pelaku usaha mikro di Kota Semarang.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM, lebih dari 30.800 pelaku usaha mikro telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi).
Untuk memperluas ruang pertumbuhan usaha keluarga, Agustina mendorong penguatan Waras Ekonomi sebagai ekosistem yang dapat menghubungkan kader PKK dan pelaku UP2K dengan platform digital, media, mitra usaha serta akses pasar.












