“Melihat kondisinya. Jadi dinyamankan dulu baru diidentifikasi masalahnya di mana, yang sakitnya di mana, itu aja. Ketika kondisinya memang enggak boleh,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa peregangan atau stretching dapat menjadi bagian dari penanganan sesuai kondisi atlet.
“Harus ada yang namanya di-stretching dulu. Ditarik dulu ototnya, baru ketika sudah stabil, sudah tidak bertanding, baru boleh ditangani meso,” tuturnya.
Meski demikian, tindakan peregangan maupun pemijatan tidak boleh dipaksakan apabila terdapat dugaan cedera berat. Pemeriksaan medis harus diprioritaskan, terutama ketika atlet mengalami rasa sakit hebat, kesulitan berjalan, atau keluhan yang menjalar hingga kaki.
Dengan demikian, penanganan tidak hanya berorientasi pada berkurangnya rasa sakit, tetapi juga memastikan kondisi atlet aman untuk kembali beraktivitas.












