“Sebenarnya, mau dibilang mudah atau tidak itu tergantung diri sendiri, terutama mental. Musuh sebenarnya adalah diri sendiri, jadi bagaimana kita menaklukkan rasa takut,” katanya.
Pada partai final, Karen harus menghadapi atlet tuan rumah dari Kota Salatiga. Meski bertanding di hadapan pendukung lawan, ia berusaha menjaga konsentrasi dan kepercayaan diri hingga pertandingan selesai.
Persiapan menuju Porprov kali ini telah dijalaninya selama kurang lebih satu tahun. Sejak menyelesaikan Porprov sebelumnya, Karen tetap berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan memperbaiki kekurangan.
Targetnya bukan sekadar lolos ke arena pertandingan, tetapi mampu meraih medali emas.
“Persiapannya kurang lebih satu tahun. Setelah Porprov sebelumnya, tidak mungkin saya santai-santai. Pastinya tetap latihan supaya bukan cuma sekadar lolos, tetapi juga bisa mendapatkan podium satu,” ungkapnya.












