Pengalaman meraih perak pada kompetisi sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi Karen. Ia tidak ingin kegagalan tersebut membuatnya berhenti mengejar prestasi.
“Yang saya pelajari, jangan langsung menyerah begitu saja karena ini bukan akhir dari prestasi saya,” tegasnya.
Karen juga mengaku berusaha mengendalikan rasa takut, menjaga konsentrasi, dan berdoa sebelum bertanding.
Ia menjadikan keyakinan kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan untuk menghadapi tekanan selama pertandingan.
Atlet yang telah menekuni Muaythai selama kurang lebih 14 tahun itu juga memiliki pengalaman mengikuti sejumlah kejuaraan.
Sebelum Porprov, ia berhasil menjadi juara pertama kelas 45 kilogram putri dalam Indonesia Championship Muay Thai di Bekasi.
Pengalaman tersebut menjadi bekal tambahan untuk menghadapi persaingan tingkat provinsi. Bagi Karen, medali emas kali ini bukan akhir perjalanan, melainkan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasi.












