Meski demikian, Rahmulyo mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama penguasaan teknik bertanding.
Hal tersebut terlihat dari penampilan sejumlah atlet pada pertandingan awal, khususnya di sektor putri yang sebagian besar diisi petinju pendatang baru.
“Kalau melihat pertandingan pertama tadi, teknik atlet Kota Semarang memang masih belum banyak dikuasai. Namun, tidak apa-apa karena ini bagian dari proses. Harapannya, kemampuan mereka bisa terus berkembang ke depannya,” katanya.
Sementara itu, salah satu pelatih tinju Kota Semarang, Achmad Amri, menjelaskan bahwa komposisi atlet putri yang diturunkan dalam Porprov Jateng 2026 didominasi petinju yang masih minim pengalaman bertanding.
Menurut Amri, hanya sekitar dua atlet putri yang telah memiliki pengalaman, sedangkan atlet lainnya masih tergolong baru dalam menekuni olahraga tinju kompetitif.












