“Kalau yang putri, rata-rata pemain baru semua. Hanya ada sekitar dua orang yang sudah berpengalaman, sedangkan yang lainnya masih baru,” ujar Amri.
Kondisi tersebut berbeda dengan sektor putra yang dinilai memiliki lebih banyak atlet berpengalaman.
Kendati demikian, tim pelatih tetap berharap seluruh petinju dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama pertandingan berlangsung.
Amri menegaskan, pengalaman bertanding menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan di Porprov.
Karena itu, para atlet diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah jam terbang.
Dari sisi persaingan, tim tinju Kota Semarang mewaspadai sejumlah daerah yang dinilai memiliki kekuatan kompetitif.
Kota Surakarta dan Kabupaten Pati menjadi dua daerah yang mendapat perhatian khusus dari tim pelatih.
“Yang kami waspadai Surakarta lalu juga Pati,” katanya.












