“Muatan truk sekitar empat ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun kesiapan teknis kendaraan dan penguasaan kendaraan tetap menjadi faktor penting saat melewati jalur seperti Silayur,” kata Danang.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Semarang tengah mempersiapkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur.
Pos tersebut nantinya akan dilengkapi sistem Early Warning System (EWS) dan pengawasan selama 24 jam.
Melalui sistem itu, kendaraan angkutan barang yang melintas akan menjalani pemeriksaan dokumen, status uji KIR, hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan sebelum memasuki jalur tanjakan.
Pemkot Semarang berharap langkah tersebut dapat memperkuat pengawasan sekaligus menekan risiko kecelakaan di kawasan rawan, khususnya pada jam-jam tertentu.
Selain pengawasan teknis, pemerintah juga mendorong edukasi kepada perusahaan angkutan dan para pengemudi terkait pentingnya kesiapan kendaraan, teknik berkendara di jalur ekstrem, serta disiplin keselamatan berlalu lintas.












