Tidak hanya berfungsi sebagai pusat logistik, UCC Terboyo juga diproyeksikan menjadi bagian dari solusi persoalan transportasi perkotaan.
Melalui konsolidasi distribusi barang dalam satu kawasan terpadu, aktivitas bongkar muat kendaraan berukuran besar di sejumlah titik dalam kota diharapkan dapat dikurangi.
“Secara ekonomi, kemacetan sangat berkorelasi terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang,” katanya.
Agustina menambahkan, pengembangan UCC Terboyo akan dibangun dengan konsep ekosistem bisnis yang saling terhubung.
Setiap tenant yang nantinya beroperasi di kawasan tersebut diharapkan memiliki fungsi yang saling melengkapi sehingga menciptakan rantai bisnis yang lebih efisien.
Pemkot Semarang juga membuka peluang kolaborasi dengan investor dan pengelola untuk menyesuaikan skala usaha dengan kebutuhan pasar.












