“Semarang telah melewati berbagai era penting. Tantangannya kini adalah menjaga warisan sejarah sambil beradaptasi dengan tuntutan masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsep kota tangguh tidak hanya terkait infrastruktur, tetapi juga ketahanan sosial masyarakat.
Momentum Transformasi
Pemerintah Kota Semarang menegaskan bahwa peringatan HUT ke-479 ini merupakan awal dari langkah panjang menuju transformasi kota.
“Kado-kado ini adalah bibit. Kami ingin masyarakat ikut menanam dan merawatnya,” kata Agustina.
Dengan pendekatan yang lebih substantif, perayaan HUT ke-479 Semarang mencerminkan pergeseran paradigma pembangunan kota—dari sekadar perayaan simbolik menjadi instrumen kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.***












