Dalam sambutannya, Dr. Dhamang mengatakan bahwa kompetisi AutoCAD tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam menggambar teknik, tetapi juga mengasah ketelitian, kreativitas, serta kemampuan berpikir sistematis yang sangat dibutuhkan dalam dunia konstruksi dan rekayasa.
“Melalui kompetisi ini kami ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik dan fasilitas pembelajaran yang dimiliki Program Studi S-1 Teknik Sipil Universitas Semarang,” ujarnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Sipil USM, Dimas Adhirangga, menambahkan bahwa USM Engineering Fair merupakan agenda tahunan mahasiswa yang bertujuan mempererat hubungan antara pendidikan vokasi dengan perguruan tinggi, sekaligus menjadi wadah pengembangan kompetensi siswa di bidang teknik.
Sementara itu, Ketua Panitia, David Tegar Saputra, mengungkapkan tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini. Menurutnya, seluruh finalis telah melalui proses seleksi yang kompetitif sebelum mengikuti babak final.












