Pandangan serupa disampaikan Dr. Dewi Kartika Sari. Menurutnya, penggunaan AI dalam penulisan artikel ilmiah diperbolehkan di sejumlah jurnal dengan berbagai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, tanggung jawab ilmiah sepenuhnya tetap berada di tangan penulis.
“Yang harus dipahami, AI bukan penulis artikel. AI hanya alat bantu yang penggunaannya harus mengikuti kebijakan masing-masing jurnal,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Komunikasi FTIK Universitas Semarang berharap kapasitas akademik dosen, mahasiswa, maupun peneliti semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan kompetitif untuk dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.***












