Agustina menilai batik harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai bagian dari kekayaan budaya.
“Batik jangan hanya kita lihat sebagai warisan budaya. Batik harus terus hidup, berkembang dan masuk ke gaya hidup masyarakat.
Begitu juga fashion muslim. Ketika kreativitas bertemu dengan industri, maka di situlah muncul nilai tambah dan peluang ekonomi,” ujarnya.
Pengunjung Ikut Melihat Potensi UMKM
Suasana pameran di kawasan Eks Plaza Simpang Lima pun menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat melihat dan memilih berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM Kota Semarang.
Mulai makanan kering, makanan basah, minuman, fesyen hingga aksesori tersedia dalam satu kawasan.
Salah seorang pengunjung, Armeta, mengaku tertarik dengan beragam pilihan produk yang tersedia.
“Di sini banyak UMKM Kota Semarang, ada makanan kering, makanan basah, terus ada fashion dan aksesori juga,” katanya.












