Menurutnya, keberagaman akan semakin terasa ketika masyarakat memiliki ruang untuk bertemu, berinteraksi, dan menikmati kebudayaan secara bersama-sama. Karena itu, Festival Kota Lama diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Kami mengajak warga datang dan ikut merasakan suasana Kota Lama selama festival berlangsung,” ujarnya.
Festival diawali dengan acara pembukaan pada 4 September 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius. Pembukaan tersebut dimeriahkan penampilan Surya Vista Orchestra.
Pada hari yang sama, Pasar Malam Sentiling–Kuliner Nostalgia juga mulai digelar di Metro Point dan berlangsung hingga 13 September.
Agenda tersebut menawarkan pengalaman menikmati beragam kuliner dengan nuansa nostalgia di tengah kawasan heritage Kota Lama.
Sejumlah kegiatan lain turut memeriahkan festival, di antaranya Orchestra on The Street & Dance, Rijsttafel Dinner, Jazz Kota Lama, Soegijazz, Borderline Indonesia, serta penampilan Nita Aartzen & Friends pada 6 September.












