Menurutnya, pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan komunitas medis memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan.
Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan, pendidikan, penelitian, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian antarnegara.
Selain membuka peluang kolaborasi riset dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, forum internasional ini juga berpotensi memperluas jejaring pendidikan kedokteran serta memperkuat daya saing Kota Semarang di bidang kesehatan.
Pengembangan layanan kesehatan, termasuk peluang wisata medis, juga perlu ditopang mutu pelayanan, kompetensi tenaga medis, dan kepercayaan pasien.
Dengan fondasi tersebut, inovasi kesehatan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan fasilitas pelayanan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kita ingin Semarang semakin dikenal sebagai kota yang mampu mengembangkan pendidikan, inovasi, dan pelayanan kesehatan. Namun, yang paling utama adalah bagaimana perkembangan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kualitas hidup warga,” pungkas Agustina.***












