“Hari ini kita tidak sekadar memulai perlombaan, tetapi sedang menumbuhkan budaya ilmiah di Kota Semarang,” ujar Agustina dalam sambutannya.
Menurutnya, budaya ilmiah bukan hanya tentang kemampuan menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga membiasakan anak untuk bertanya, mencari tahu, menguji gagasan, serta menarik kesimpulan berdasarkan fakta dan bukti.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Budaya berpikir kritis akan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga memberikan motivasi kepada para peserta dengan menyinggung prestasi Albert Eng, siswa Singapore Intercultural School Semarang, yang berhasil meraih medali emas pada Final World Mathematics Invitation 2026 di Jepang.












