Salah satu langkah yang tengah dilakukan Pemkot Semarang adalah mengkurasi sekitar 1.000 UMKM untuk dikelompokkan ke dalam klaster usaha berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
Melalui pendekatan tersebut, pendampingan diharapkan lebih terarah sehingga sesuai dengan kondisi dan potensi setiap usaha.
“Sekarang tahapannya menyelesaikan ada seribu UMKM untuk kurasi ke klaster tertentu. Dengan kurasi ini, pendampingan bisa lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing usaha,” jelasnya.
Berdasarkan data Waras Ekonomi per 5 Oktober 2026, sebanyak 1.038 akun UMKM telah terdaftar. Dari jumlah tersebut, 609 akun atau 61,07 persen telah terverifikasi secara profil dan siap memperoleh pendampingan program.
Selain itu, tercatat 149 pelaku usaha dengan 58 produk yang telah terverifikasi lengkap dalam platform Waras Ekonomi.
Kurasi UMKM tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses pasar. Sebanyak 43 produk UMKM hasil kurasi telah masuk ke jaringan ritel modern dan sektor perhotelan melalui kemitraan dengan sejumlah pelaku usaha, antara lain Alfamart, Kampoeng Semarang, Farmers Market, Hotel Pandanaran, Hotel Horison Nindya, dan AEON.












