“Terima kasih karena ada event seperti ini sehingga kami mendapatkan jaminan support dari berbagai pihak, terutama dari kementerian, Bank Himbara, perguruan tinggi, dan para aktivis UMKM yang siap melakukan pendampingan terhadap UMKM kami,” katanya.
Melalui Waras Ekonomi, Pemkot Semarang juga mulai menghubungkan pengembangan UMKM dengan sektor pertanian dan perikanan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan pelaku usaha, penguatan produksi, identifikasi pembeli atau offtaker, serta business matching untuk mempertemukan produk dengan kebutuhan pasar.
Agustina menegaskan, sinergi antarpihak menjadi kunci agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.
“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah menyediakan ekosistem dan membuka akses, perguruan tinggi memberikan pengetahuan dan pendampingan, perbankan membuka akses pembiayaan, dunia usaha membuka pasar, sementara pelaku UMKM harus terus meningkatkan kualitas produknya,” ujarnya.












