Di hadapan para peserta, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu mengajak mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi secara langsung kepada para pemangku kebijakan yang hadir.
“Ini adalah ruang di mana anak-anak mahasiswa bisa menyuarakan. Kita support, makanya kita semua hadir untuk mereka berani menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya,” ujar Agustina.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai mitra pembangunan sekaligus agen perubahan yang mampu memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah.
Pengalaman pribadinya sebagai mantan aktivis mahasiswa membuatnya memahami pentingnya ruang dialog dalam proses pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda.
“Mahasiswa harus terus menjaga daya kritisnya, namun tetap menghadirkan solusi dan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.












