Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan susunan barisan tersebut menjadi simbol kuat mengenai wajah Kota Semarang yang menjunjung kerukunan dan toleransi.
Menurutnya, Pawai Ta’aruf menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Pawai Ta’aruf ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kota Semarang adalah rumah yang hangat, aman, dan toleran bagi siapa saja. Ditempatkannya barisan tokoh agama dari FKUB di garda terdepan parade menegaskan komitmen kita bersama. MTQ bukan hanya milik satu golongan, melainkan pesta sukacita seluruh warga yang merayakan keberagaman dan persatuan bangsa,” ujar Agustina, Selasa (8/9/2026).
Semangat keberagaman itu juga akan terasa melalui berbagai pertunjukan seni yang disiapkan selama pawai.












