Salah satunya dengan mengoptimalkan armada pemadam kebakaran dan kendaraan penyemprot yang saat ini disiagakan di sekitar lokasi.
Agustina menginstruksikan agar armada tersebut memiliki jadwal penyemprotan air ke udara secara berkala.
Pelaksanaannya diminta tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengacu pada data tingkat polusi dan arah pergerakan angin.
“Tugaskan mobil yang standby untuk membuat jadwal penyemprotan air ke atas. Pergerakannya harus berbasis pada ukuran tingkat polusi dari Dinkes dan peta arah mata angin dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” tegas Agustina.
Selain langkah teknis, perlindungan terhadap masyarakat juga menjadi perhatian Pemkot Semarang.
Warga yang masih beraktivitas di luar rumah, khususnya mereka yang berada di jalur paparan asap, diminta meningkatkan perlindungan diri dengan menggunakan masker dan pelindung mata.












