“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga berorientasi pada pelayanan masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk memberikan alternatif solusi bagi mitra PkM,” ujar Widiyanti.
Ia menjelaskan, persoalan sampah rumah tangga hingga kini masih menjadi tantangan di tengah masyarakat.
Karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan secara langsung agar masyarakat mampu menerapkan pengelolaan sampah mulai dari lingkungan keluarga.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai limbah semata, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan,” katanya.
Kegiatan yang diikuti ibu-ibu TP PKK RW 10 tersebut berlangsung antusias dan interaktif.
Peserta aktif mengikuti sesi diskusi serta tanya jawab bersama tim pengabdian terkait pengalaman pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.












