Capaian tersebut, kata dia, perlu dilanjutkan melalui kebijakan yang konsisten serta dukungan berbagai pihak agar keberadaan seni tradisi tetap terjaga dan berkembang.
Di sisi lain, Agustina mengapresiasi keterlibatan generasi muda dan komunitas dalam berbagai kegiatan pelestarian wayang.
Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu kunci keberlanjutan budaya. Wayang tidak boleh hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi harus terus diberi ruang untuk hadir dalam kehidupan masyarakat masa kini.
“Biarkan wayang membawa cerita, Kota Lama membawa suasana, dan Kota Semarang memberi pengalaman yang akan dibawa pulang oleh setiap tamu yang datang,” kata Agustina.
Melalui Wayang On The Street, Agustina berharap budaya tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan.
Seni tradisi diharapkan dapat menjadi bagian dari pengalaman kota yang dinikmati masyarakat sekaligus memperkuat identitas Semarang sebagai kota yang terbuka, berbudaya, dan mampu mengharmonikan keberagaman.***












