Semarang, (Repronews.id)- Beberapa hari terakhir, cuaca panas yang ekstrem terjadi di Kota Semarang, bahkan suhunya mencapai 35–36 derajat celsius, meningkat pesat dari hari-hari biasa.
Kondisi panas ekstrem ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit yang dapat timbul akibat suhu tinggi dan kelembapan udara yang meningkat. Seperti penyakit gangguan pernapasan seperti ISPA dan pneumonia, Dehidrasi hingga stroke akibat panas tinggi.
Kepala Dinkes Kota Semarany, Abdul Hakam menjelaskan, fenomena suhu panas yang berkepanjangan tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.
“Suhu 35–36 derajat Celsius ini jauh di atas normal. Kondisi seperti ini bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari dehidrasi, stroke akibat panas, hingga gangguan pernapasan seperti ISPA dan pneumonia,” jelasnya, Selasa (31/3/2026).












