KABUPATEN SEMARANG, (Repronews.id) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah menyerukan kepada Presiden untuk mencegah aparatur negara melakukan tekanan, intervensi, maupun pengondisian dalam pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU).
Seruan tersebut menjadi salah satu dari enam poin deklarasi sikap PWNU dan PCNU se-Jawa Tengah.
Deklarasi itu menekankan pentingnya pelaksanaan Muktamar NU yang jujur, bersih, terbuka, demokratis, dan beradab.
Deklarasi dibacakan KH Ubaidullah Shadaqah dalam Forum Pembukaan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darussalam, Sempon, Pabelan, Kabupaten Semarang, Sabtu (22/8/2026).
Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Mohammad Muzamil mengatakan, deklarasi tersebut merupakan seruan moral agar pelaksanaan Muktamar NU tetap berjalan sesuai petunjuk para masyayikh serta nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.












