Melalui karya film, generasi muda diharapkan mampu menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap isu-isu strategis yang dihadapi masyarakat.
“Kami menantang para sineas lokal untuk ikut mengampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif,” kata Agustina.
“Gerakan ini menjadi bentuk intervensi budaya agar masyarakat lebih peduli terhadap program prioritas kota,” imbuhnya.
Jalur kompetisi Lawang Sewu Film Fund 2026 diperuntukkan bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang.
Dari seluruh proposal yang masuk, tim kurator akan memilih 10 ide cerita terbaik untuk mengikuti program pembinaan intensif melalui Mini Lab bersama sineas nasional.
Seluruh finalis akan mendapatkan pendampingan tanpa biaya. Pada tahap akhir, satu proposal terbaik akan memperoleh dukungan dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang untuk direalisasikan menjadi film pendek.












