Ia menambahkan, aksi tersebut menjadi contoh positif bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ketertiban dan kebersihan kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, kata dia, selalu terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk kalangan buruh.
“Kami selalu membuka ruang dialog. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi pemerintah,” tambahnya.
Agustina juga berharap semangat yang ditunjukkan para buruh dapat menjadi teladan bagi elemen masyarakat lainnya dalam berbagai kegiatan publik, baik aksi sosial maupun kegiatan kemasyarakatan.
Menurutnya, menjaga kebersihan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga kota.
“Semarang adalah rumah kita bersama. Apa yang dilakukan teman-teman buruh hari ini adalah contoh baik yang patut diapresiasi,” ungkapnya.












