Bagi Agustina, layanan kesehatan seperti ini penting untuk mendekatkan akses pemeriksaan kepada masyarakat.
Terlebih, masih ada kelompok perempuan yang menunda pemeriksaan karena terkendala biaya.
“Sasaran paling banyak kelompok rentan. Ada ibu-ibu dari ojek online, ada ibu-ibu yang sepuh, sudah tidak punya pendapatan,” ujar Agustina.
Menurutnya, pemeriksaan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan potensi penyakit sejak dini.
Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Manfaat layanan tersebut dirasakan Ana, warga Kelurahan Sekayu, yang baru pertama kali mengikuti skrining kanker payudara. Ia mengetahui kegiatan tersebut melalui komunitas yang diikutinya.
Ana mengaku pemeriksaan gratis tersebut sangat membantu, terutama bagi perempuan yang memasuki usia di atas 50 tahun dan membutuhkan pemeriksaan secara rutin.












