Menurut Agustina, keberhasilan penerapan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola dan mengarahkan sistem tersebut.
“AI yang kita pakai ini merupakan sarana dan alat. Pada akhirnya, nothing and no one, but the man behind the gun. Jika kita ingin memenangkan teknologi untuk kemajuan, maka AI harus diisi sesuai kebutuhan dan nilai-nilai yang ingin kita bangun,” ujar Agustina.
Ia menjelaskan, penerapan AI di sektor pemerintahan memiliki tantangan tersendiri karena membutuhkan data yang akurat agar sistem mampu menghasilkan keputusan yang tepat.
Oleh karena itu, proses pengisian data dan evaluasi terhadap parameter yang digunakan AI harus dilakukan secara berkelanjutan.
Agustina mengakui, penggunaan AI juga menuntut kehati-hatian. Menurutnya, sistem kecerdasan buatan hanya akan menghasilkan keluaran sesuai dengan data dan parameter yang dimasukkan oleh penggunanya.












