Kolaborasi lainnya meliputi promosi wisata berbahasa Prancis, peningkatan kapasitas pemandu wisata, penyelenggaraan festival film, hingga upaya pelestarian kawasan dan bangunan cagar budaya.
Keterkaitan sejarah menjadi salah satu alasan kuat hadirnya pameran Arthur Rimbaud di Kota Semarang.
Penyair asal Prancis tersebut tercatat pernah singgah di Semarang pada 1876 sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah pedalaman Jawa.
Melalui arsip sejarah dan narasi sastra yang ditampilkan di Lawang Sewu, perjalanan Arthur Rimbaud kembali diangkat sebagai bagian dari hubungan historis yang kini dikembangkan menjadi kolaborasi masa depan.
Agustina menegaskan, sejarah tidak boleh hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi harus diolah menjadi kekuatan untuk membangun masa depan kota.
“Diplomasi budaya menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada dunia, menarik wisatawan mancanegara, membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Semarang untuk berjejaring di tingkat internasional,” tegasnya.












