Menurutnya, melalui kunjungan tersebut mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati proses perencanaan, pelaksanaan konstruksi, manajemen proyek, hingga penerapan teknologi yang digunakan dalam pembangunan jalan tol.
“Kegiatan field trip merupakan salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia konstruksi yang sesungguhnya,” katanya.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis pembangunan infrastruktur, tetapi juga memahami berbagai tantangan serta solusi yang diterapkan dalam pelaksanaan proyek berskala besar,” imbuhnya.
Selama kunjungan, para peserta mendapatkan penjelasan dari pihak pengelola proyek mengenai berbagai tahapan pekerjaan konstruksi, sistem pengendalian mutu, penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta inovasi teknologi yang digunakan dalam pembangunan jalan tol tersebut.












