Dalam sebuah pasukan, setiap anggota memiliki posisi dan tanggung jawab masing-masing. Mereka harus mampu mendengar aba-aba, menjaga konsentrasi dan bergerak dalam irama yang sama.
Satu kesalahan kecil dari seorang anggota bahkan dapat memengaruhi keseluruhan penampilan pasukan.
“Di situlah peserta belajar disiplin, konsentrasi, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab,” katanya.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Agustina, menjadi bekal penting bagi anak-anak dan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia berharap pembinaan olahraga masyarakat dilakukan secara berkelanjutan. Kejuaraan tidak seharusnya menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi bagian dari proses panjang untuk melahirkan peserta yang semakin terampil dan berkarakter.
“Jangan berhenti pada satu kejuaraan. Berikan anak-anak kita kesempatan untuk terus berlatih, bertanding, dan berkembang,” tegasnya.












