Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan limbah, tetapi juga membangun keterampilan praktis masyarakat.
“Pelatihan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan limbah, tetapi juga membangun keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk yang memberikan manfaat,” katanya.
Bagi kader PKK, keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat sekitar.
Dengan demikian, pengelolaan limbah tidak berhenti pada upaya mengurangi sampah, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat lebih luas.
Khoirul mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat persoalan limbah dari sudut pandang yang berbeda.












