Khusus jalur prestasi di jenjang SMP, Ahasan menegaskan bahwa penilaian akan mengacu pada beberapa komponen, antara lain hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), nilai rapor, prestasi kejuaraan, serta penguatan pendidikan karakter.
“Hasil TKA akan menjadi salah satu komponen utama dengan bobot paling tinggi dalam jalur prestasi,” ujarnya.
Menurutnya, detail pembobotan akan dijelaskan lebih lanjut dalam panduan operasional resmi yang segera dirilis. Dengan peluncuran juknis ini, Pemkot Semarang berharap proses penerimaan murid baru dapat berjalan lebih transparan, adil, dan memberikan akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi kelompok rentan.












