“Karena itu kami terus melakukan upaya rekayasa teknis agar angka ini bisa ditekan secara signifikan,” imbuhnya.
Menurut Danang, kondisi geografis jalan yang curam kerap memicu kegagalan sistem pengereman pada truk maupun kendaraan berat lainnya.
Situasi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lain, terutama saat arus lalu lintas sedang padat.
Untuk menekan angka kecelakaan, Pemkot Semarang telah melakukan berbagai intervensi fisik di kawasan Silayur.
Langkah tersebut meliputi penebalan marka jalan, pemasangan pita kejut untuk mengontrol kecepatan kendaraan, hingga penambahan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ).
Selain itu, pemerintah juga memasang portal pembatas kendaraan berat serta menutup sejumlah titik putar balik (u-turn) strategis guna mengurangi hambatan samping yang berpotensi memicu kecelakaan.
Danang menegaskan, pengawasan terhadap jam operasional kendaraan berat juga terus diperketat melalui penempatan petugas di sejumlah titik krusial di jalur Silayur.












