“KKN PPM merupakan laboratorium sosial yang mempertemukan teori di bangku kuliah dengan realitas kehidupan masyarakat. Mahasiswa tidak lagi hanya belajar di kelas, tetapi hadir sebagai agen perubahan, agen pembangunan, sekaligus agen pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, paradigma KKN saat ini telah bergeser dari kegiatan yang bersifat seremonial menjadi program pemberdayaan yang berorientasi pada dampak.
Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat melalui digitalisasi UMKM, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, penguatan kelembagaan desa, edukasi kebencanaan, hingga penyelenggaraan Expo Desa sebagai sarana promosi produk unggulan.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak lagi diukur dari banyaknya program kerja yang terlaksana, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdiannya.












