Kukuh berharap perguruan tinggi terus mengembangkan model KKN yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, berbasis data, memanfaatkan teknologi digital, serta berorientasi pada keberlanjutan program. Ia juga mendorong pemerintah daerah memperkuat dukungan melalui pendampingan lanjutan, akses permodalan, dan perluasan pasar bagi UMKM yang telah dibina selama pelaksanaan KKN.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Melalui KKN PPM, mahasiswa belajar bahwa ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat nyata. Inilah esensi pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.***(bgy)












