Ia menjelaskan, murid yang terlibat dalam pementasan merupakan peserta didik yang mengikuti program live in di sejumlah fasilitas penginapan milik sekolah yang berada di kawasan RT 04/RW 05 Kelurahan Tinjomoyo.
Program tersebut membuat para murid memiliki kesempatan untuk merasakan kehidupan di tengah masyarakat secara lebih dekat.
Mereka tidak hanya datang ke lingkungan warga ketika ada kegiatan sekolah, tetapi menjalani keseharian dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar.
“Jadi keberadaan mereka di tengah masyarakat bukan sekadar kegiatan sesaat. Interaksi dengan warga menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari,” jelasnya.
Melalui pola pembelajaran tersebut, Piwulang Becik berupaya memperluas makna pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh murid tidak hanya berasal dari buku atau materi pembelajaran, tetapi juga dari pengalaman ketika mereka berhadapan langsung dengan lingkungan sosial.












