“Tujuan utamanya adalah membantu siswa agar mampu mengambil keputusan peminatan atau minat studi secara sadar, sehat, dan matang,” ujar Martha.
Menurutnya, pemahaman kesehatan mental penting dimiliki siswa, terutama saat menghadapi kebingungan dalam menentukan pilihan pendidikan dan masa depan.
Dalam pelatihan tersebut, materi dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama mengangkat tema “Peran Regulasi Emosi saat Bingung Menentukan Pilihan”, dilanjutkan sesi kedua bertema “Strategi Menghadapi Ekspektasi Orang Tua”, dan sesi ketiga mengenai “Mental Resilience dalam Proses Belajar Sesuai Minat”.
Martha berharap kegiatan tersebut dapat memberikan bekal positif bagi para siswa dalam menghadapi tantangan akademik maupun pribadi.
“Kami berharap peserta mampu menentukan peminatan dengan percaya diri, menjalani prosesnya dengan sehat, serta memiliki mental yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.***












