“Program ini menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang mampu bersaing dan berinovasi di tingkat global,” katanya.
Selain diskusi dan pertukaran gagasan, peserta forum juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Semarang, antara lain: di SPPG Polda Jawa Tengah, SPPG Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), dan SPPG Padalangan. Kunjungan ini bertujuan melihat secara langsung implementasi program MBG sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Forum ASEAN-ID Nourish diikuti sekitar 120 peserta dalam Dialog Nasional, melibatkan perwakilan dari tujuh negara anggota ASEAN, 11 negara mitra eksternal, negara pihak High Contracting Parties to TAC, lima organisasi internasional, serta tujuh organisasi masyarakat sipil.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun kemitraan lintas sektor yang lebih konkret dalam pengembangan program makan bergizi, mencakup aspek kesehatan, pertanian, pendidikan, rantai pasok, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.***












