Danang menilai kekompakan serta kemampuan memaksimalkan peluang menjadi kunci keberhasilan timnya. Ia mengakui bahwa pada pertandingan pertama, para pemain masih kurang efektif dalam menyelesaikan peluang yang didapatkan.
Namun, kekurangan tersebut mampu diperbaiki pada dua pertandingan berikutnya. Hasilnya, Kota Semarang berhasil mencetak total 21 gol dalam dua laga terakhir, masing-masing saat menghadapi Kabupaten Wonogiri dan Kota Tegal.
“Kunci kemenangan tentu di kolektivitas tim. Di match 1 mereka banyak menyia-nyiakan peluang. Dan match 2 dan 3 mereka dengan baik memperbaiki itu,” katanya.
Meski datang ke semifinal dengan catatan kemenangan meyakinkan, Danang mengingatkan para pemain agar tidak terlena dengan pencapaian selama penyisihan grup. Menurutnya, seluruh tim yang berhasil menembus empat besar memiliki kualitas dan peluang untuk melangkah ke final.












