Di satu sisi, kawasan Kendal-Semarang-Demak menjadi segmen prioritas awal Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall dalam RPJMN 2025-2029.
Per September 2026, perencanaan teknis proyek tersebut disebut telah mencapai 80 persen, dengan target groundbreaking pada akhir 2026 atau awal 2027.
Namun, di sisi lain, pelayanan air bersih di Kendal masih menghadapi kesenjangan.
Cakupan jaringan perpipaan Perumda Tirto Panguripan tercatat baru mencapai 55,77 persen dan kawasan pesisir juga menghadapi ancaman intrusi air laut.
Kenaikan muka air laut, ancaman rob permanen, dan abrasi pantai juga dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, termasuk iklim investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.
Karena itu, penanganan kawasan pesisir dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Sistem pengamanan pantai perlu diintegrasikan dengan sistem polder dan stasiun pompa serta pendekatan infrastruktur hijau-biru.












