Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan bahwa PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946. Organisasi tersebut dibentuk melalui pertemuan para wartawan pejuang yang kala itu bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal berdirinya PWI kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.
Menurut Munir, sejarah panjang tersebut menjadi amanah bagi PWI Surakarta untuk terus mengambil peran dalam menghadapi dinamika dunia pers yang terus berubah.
Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan dalam menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangan pers berkembang seiring derasnya arus informasi digital.
“Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan untuk menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangannya berkembang seiring derasnya arus informasi digital,” ujar Munir.
Di tengah derasnya informasi yang beredar dalam hitungan detik, Munir menilai pers memiliki tugas penting untuk membantu masyarakat menjadi lebih cerdas dalam menerima informasi.












