Wartawan juga dituntut mampu memilah dan menyajikan informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, hingga teknologi deepfake.
“Dan juga mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, dan teknologi deepfake,” tegasnya.
Menjaga Marwah Profesi
Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto menilai pelantikan pengurus baru menjadi momentum untuk memperkuat marwah dan kehormatan profesi wartawan.
Menurutnya, perubahan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi.
Informasi kini dapat berpindah dari satu platform ke platform lain hanya dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut tidak selalu berjalan beriringan dengan kebenaran informasi.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengorbankan akurasi.
Popularitas, menurut Tanto, juga tidak boleh menggeser kebenaran. Begitu pula kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik.












