“Kami akan rapat koordinasi untuk memastikan berapa rumah yang benar-benar harus direlokasi dan bagaimana penanganannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala BBWS Pemali-Juana, Sudarto, mengungkapkan Sungai Plumbon saat ini tidak lagi mampu menampung debit air akibat kapasitas sungai yang semakin menyempit serta kerusakan di wilayah hulu.
Menurut dia, solusi yang disiapkan bukan hanya normalisasi, tetapi juga pelebaran sungai dari sekitar 10 meter menjadi 25 meter agar kapasitas aliran meningkat.
“Tidak cukup hanya normalisasi, sungai harus dilebarkan agar kapasitas aliran air meningkat,” ujarnya.
BBWS mencatat sejak 2024 telah dilakukan pembebasan 92 bidang lahan dari total sekitar 318 bidang yang dibutuhkan untuk proyek pelebaran sungai. Sisanya akan kembali diusulkan melalui anggaran pemerintah pusat.
Sudarto menambahkan, Sungai Plumbon telah mengalami tujuh kali banjir besar dengan total 18 titik tanggul jebol dalam beberapa tahun terakhir.












